Popular Post

Menggambar pola dasar pakaian wanita dewasa sistem dressmaking

By : Asih Kurnia Dewi
Ukuran yang dibutuhkan untuk pola sistem Dressmaking


a) Lingkar leher : 38 cm
b) Lebar muka : 33 cm
c) Lingkar badan : 88 cm
d) Tinggi dada : 15 cm
e) Lingkar pinggang : 66 cm
f) Lingkar panggul : 96 cm

g) Tinggi panggul : 16 cm
h) Lebar punggung : 34 cm
i) Panjang punggung : 37 cm
j) Panjang rok : 50 cm
k) Panjang bahu : 12 cm
l) Panjang lengan : 24 cm
m) Tinggi puncak lengan : 12 cm

** ukuran diatas adalah ukuran untuk belajar menggambar pola dasar pakaian wanita dewasa. Jadi untuk membuat pola baju anda sendiri tinggal mengganti angka-angkanya sesuai ukuran anda





















Keterangan Pola

Menggambar pola sistem Dressmaking dimulai dari pola belakang, tetapi sebelumnya ditentukan pedoman umumnya yaitu ukuran ½ lingkar badan yang dimulai dengan sebuah titik.

A - B    = ½ ukuran lingkar badan.
A - C    = ¼ lingkar badan ditambah 1 cm.
B - B1  = 1,5 cm.
B1 - D  = ukuran panjang punggung, buat garis horizontal ketitik E.
B - B2  = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm.

Hubungkan titik B1 dengan B2 seperti gambar (leher belakang).

C - C1 = 5cm, hubungkan ke titik B2 dengan garis putus-putus (garis bantu).

B2 dipindahkan ukuran panjang bahu melalui garis bantu diberi nama titik B3

B3 - B4  = 1 cm, samakan ukuran B2 ke B4 dan dihubungkandengan garis tegas.
B1 - G    = ½ panjang punggung ditambah 1 cm, buat garis horizontal kekiri dan beri nama titik H.
B1 - G1  = 9 cm.
G1 - F1   = ½ lebar punggung (buat garis batas lebar punggung).

Bentuk garis lingkar kerung lengan belakang mulai dari titik B4 menuju F1 terus ke F seperti gambar.

D - D1   = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm (besar lipit kup) dikurang 1 cm.
D - D2   = 1/10 lingkar pinggang.
D2 - D3 = 3 cm (besar lipit kup).

Dari D2 dan D3 dibagi 2, dibuat garis putus-putus sampai kegaris badan (G dan H) diukur 3 cm kebawah, dihubungkan dengan titik D2 dan D3 menjadi lipit kup.

D - D1 = ¼ ukuran lingkar pinggang ditambah 3 cm.

D1 dihubungkan dengan F, menjadi garis sisi badan bagian belakang.


Keterangan pola bagian muka

A - A1 = 1/6 lingkar leher ditambah 1 cm.
A - A2 = 1/6 lingkar leher ditambah 1,5 cm.

Hubungkan titik A1 dengan A2 seperti gambar (garis leher pola muka).

A1 - C2 = ukuran panjang bahu.
A2 - A3 = 5 cm.
A3 - F2 = ½ lebar muka.

Hubungka titik C2 ke F2 terus ke F seperti gambar (lingkar kerung lengan bagian muka).

E - E1 = 2 cm (sama besarnya dengan ukuran kup sisi).
E1 - E4 = ¼ lingkar pinggang ditambah 4 cm (3 cm besar lipit kup dan 1 cm untuk membedakan pola muka dengan belakang).

E1 - E2 = 1/10 lingkar pinggang.
E2 - E3 = 3 cm (besar lipit kup).

E2 dan E3 dibagi dua dibuat garis putus-putus sampai kegaris tengah bahu.

A2 - J = ukuran tinggi dada.

Dari J dibuat garis sampai ke J1.

J1 - J2 = 2 cm, lalu dihubungkan dengan titik E2 dan E3 membentuk lipit kup.

F - I = 9 cm, lalu dihubungkan dengan garis putus-putus ke titik J1.

J1 - K = 2 cm.

Dari I ke I1 dan I2 diukur masing-masing 1 cm, lalu hubungkan dengan titik K.

I1 - K = I2 - K, yang dijadikan patokan panjang adalah ukuran I1 ke K.

E4 dihubungkan dengan I2 dan titik I1 dengan F, menjadi garis sisi badan bagian muka.

Cara Mengambil Ukuran Pola Baju Wanita Dewasa

By : Asih Kurnia Dewi


Keterangan gambar :


1) Lingkar leher : diukur sekeliling leher tidak terlalu ketat dan tidak terlalu longgar

2) Lebar muka: diukur 6 atau 7 cm dari lekuk leher ke bawah, kemudian diukur datar dari batas lingkar kerung lengan kiri sampai batas lingkar kerung lengan kanan

3) Lingkar badan: diukur sekeliling badan terbesar dengan posisi cm tidak terlalu kencang dan ditambah 4 cm.

4) Tinggi dada : diukur dari lekuk leher tengah muka sampai batas diantara dua titik payudara kiri dan kanan.

5) Lingkar pinggang: diukur pas sekeliling pinggang

6) Lingkar panggul ; diukur melingkar pada pinggul yang paling tebal secara horizontal dengan tidak terlalu ketat

7) Tinggi panggul : diukur dari pinggang sampai batas panggul terbesar pada bagian belakang

8) Lebar punggung : diukur 9 cm ke bawah dari tulang leher belakang kemudian diukur mendatar dari batas lingkar kerung lengan kiri ke lingkar kerung lengan kanan

9) Panjang punggung : diukur dari tulang belakang lurus sampai batas pinggang

10) Panjang rok : diukur dari pinggang sampai panjang rok yang diinginkan

11) Panjang bahu : diukur dari batas lingkar leher sampai batas bahu terendah

12) Panjang lengan : diukur dari bahu terendah sampai panjang yang diinginkan

13) Tinggi puncak lengan : diukur dari bahu terendah sampai batas lengan terbesar/otot lengan atau sama dengan panjang bahu.

Alat yang diperlukan dalam menggambar pola busana

By : Asih Kurnia Dewi

1. Pita ukuran (cm)

Pita ukuran (cm), digunakan untuk mengambil ukuran badan seseorang yang akan membuat busana atau ukuran model, disamping itu pita ukuran juga dipakai untuk menggambar polabpakaian dan juga digunakan pada waktu penyesuaian pola. Pita ukuran (cm) ada beberapa macam yakni ada yang menggunakan ukuran centimeter dan ada yang ukuran inchi bahkan ada yang menggunakan kedua ukuran tersebut. Pita ukuran (cm) yang baik terbuat dari serbuk kaca atau terbuat dari bahan yang lemas seperti plastik, tepinya tidak bertiras, tidak boleh meregang, garis-garis dan angka kedua permukaan memiliki ukuran yang dicetak dengan jelas, dan letak garis ukuran tepat pada tepi pita ukuran.


2. Penggaris

Untuk menggambar pola busana diperlukan penggaris/rol dressmaker dengan bentuk yang berbeda-beda. Penggaris lurus, digunakan untuk membuat garis lurus. Penggaris lengkung digunakan untuk membuat garis-garis melengkung seperti garis lingkar leher, lingkar kerung lengan, krah dan garis sisi rok. Sedangkan penggaris segi tiga siku-siku digunakan untuk membentuk garis sudut, seperti garis badan dan tengah muka, garis badan dan tengah belakang serta garis lebar muka dan garis lebar punggung.




3. Kertas Pola (buku pola atau buku kostum)

Kertas pola (buku pola atau buku kostum) merupakan tempat menggambar pola. Kertas pola merupakan alat penting untuk menggambar pola. Kertas yang biasa digunakan untuk menggambar pola dengan ukuran centimeter adalah kertas dorslag, kertas karton manila atau kertas koran. Buku pola digunakan untuk menggambar pola busana dengan ukuran skala. Buku pola yang baik berukuran folio kertasnya bewarna putih, tebal dan halaman terdiri dari kertas bergaris dan kertas polos dengan letak yang berselang-seling. Lembar halaman bergaris diperlukan untuk mencatat ukuran dan mencatat keterangan pola yang dibuat. Lembaran halaman tidak bergaris (polos) digunakan untuk menggambar pola dengan ukuran skala.

4. Skala

Skala atau ukuran perbandingan, adalah alat ukur yang digunakan untuk menggambar pola di buku pola. Skala ada beberapa macam yakni ada yang menggunakan ukuran satu berbanding dua, satu berbanding empat, satu berbanding enam dan satu berbanding delapan. Skala yang baik terbuat dari kertas yang agak tebal seperti kertas karton dan berbentuk segi panjang, dan letak garis ukuran tepat pada tepi skala. Tepinya tidak bertiras, kedua permukaan memiliki ukuran skala yang berbeda salah satu diantaranya ukuran skala satu berbanding empat, karena skala ukuran ini sering digunakan didalam menggambar pola busana.

5. Pensil dan bool point

Pensil digunakan untuk menggambar pola di buku pola atau di kertas pola. Pensil yang baik digunakan untuk menggambar pola ada beberapa macam yakni pensil terbuat dari graphite, pensil ini bagus digunakan dan mempunyai ukuran yang berbeda. Untuk yang agak keras dengan kode H / HB pensil ini tulisannya jelas dan mudah dihapus jika terjadi kesalahan. Pensil ini digunakan untuk menggambar garis-garis pola, setelah polanya selesai dibuat, garis dengan pensil ini dipertajam dengan pensil bewarna. Pensil bewarna merah untuk garis pola bagian muka dan pensil bewarna biru untuk garis pola bagian belakang. Garis bantu pola di pertajam dengan bollpoin warna hitam.

6. Penghapus (Eraser)

Penghapus perlu disediakan sewaktu menggambar pola, penghapus digunakan untuk membersihkan goresan pola yang salah. Penghapus yang baik adalah yang bewarna hitam terbuat dari karet yang lemas, dengan menggunakan penghabus ini goresan-goresan yang salah akan menjadi hilang dan tidak meninggalkan bekas sampai mendapatkan hasil yang memuaskan.

7. Jarum

Jarum pentul yang baik terbuat dari baja dan berukuran panjang 3 s.d 4 cm. Bentuk jarum pentul / jarum penyemat yang dipergunakan pada pembuatan pola adalah jarum pentul yang baik yaitu ujungnya runcing dan terdapat pegangan mutiara dipangkalnya, sehingga mudah dalam menggunakannya.

Menghias pakaian dengan tusuk hias

By : Asih Kurnia Dewi

Untuk membuat hiasan pada permukaan kain digunakan tusuk hias. Kegiatan ini disebut juga dengan teknik sulaman yaitu teknik membuat ragam hias pada permukaan kain dengan benang. Benang tersebut diatur secara dekoratif pada permukaan kain dengan jalan menusukkan benang dengan bermacam-macam cara. Macammacam tusuk ini dinamakan dengan tusuk hias. Tusuk hias terdiri atas dua kelompok yaitu tusuk hias dasar dan tusuk hias variasi. Tusuk hias dasar yaitu tusuk-tusuk yang merupakan dasar untuk membuat tusuk hias variasi. Tusuk variasi yaitu tusuk yang berasal dari variasi tusuk hias dasar baik dengan memvariasikan arah, jarak dan sebagainya sehingga menghasilkan bermacam-macam tusuk dengan gaya yang berbeda.

A. TUSUK HIAS DASAR

Tusuk hias dasar ada tiga belas macam yatu :

1) Tusuk jelujur
yaitu tusuk yang mempunyai arah horizontal ukuran dan jarak turun naik tusuk diatur sama panjang.





2) Tusuk veston
yaitu tusuk yang mempunyai dua arah yaitu arah vertikal dan arah horizontal, kaki tusuk arah vertikal dan arah horizontal mempunyai pilinan






3) Tusuk flanel
yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal dan pada bagian atas dan bagian bawah tusuk bersilang






4) Tusuk batang
yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal dan setengah dari ukuran tusuk masing-masing saling bersentuhan





5) Tusuk pipih
yaitu tusuk yang dibuat turun naik sama panjang dan menutup seluruh permukaan ragam hias.








6) Tusuk rantai
yaitu tusuk mempunyai arah horizontal atau vertikal dimana masing-masing tusuk saling tindih menindih sehingga membentuk rantai-rantai yang sambung menyambung.







7) Tusuk silang
yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal dan pada garis tengahnya ada persilangan antara tusuk bagian atas dan tusuk bagian bawah.






8) Tusuk biku
yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal ke kiri dan ke kanan







9) Tusuk palestrina
yaitu tusuk mempunyai arah horizontal dan setiap tusukan mempunyai tonjolan atau buhulan








10) Tusuk kepala peniti
yaitu tusuk yang mempunyai pilihan pada permukaan kain dan menutup semua permukaan ragam hias.







11) Tusuk tikam jejak
yaitu tusuk yang mempunyai arah horizontal dan setengah dari ukuran tusuk saling bersentuhan sehingga pada permukaan kelihatan seperti setikan mesin.








12) Tusuk balut
yaitu tusuk yang mempunyai arah diagonal yang dilakukan di atas benang lain atau pada pinggir ragam hias yang dilobangi.









13) Tusuk Holben
yaitu tusuk yang mempunyai arah horizontal dan vertikal dan jarak turun naik tusuk diatur sama panjang sehingga berbentuk jajaran.







B. TUSUK HIAS VARIASI

 yaitu tusuk yang merupakan variasi dari tusuk-tusuk dasar, variasi tusuk-tusuk dasar tersebut dapat dilakukan dengan merubah arah, ukuran, jarak tusuk atau mengkombinasikan satu tusuk dengan tusuk yang lain sehingga dari satu tusuk dasar dapat menghasilkan bermacam-macam tusuk variasi yang mempunyai nama tersendiri misalnya variasi dari tusuk silang disebut tusuk silang ganda, variasi dari tusuk rantai tusuk rantai terbuka atau tusuk tulang ikan, variasi tusuk pipih disebut long and short stich, variasi tusuk flanel disebut tusuk chevron dan lainnya. Berikut beberapa contoh tusuk hias variasi :

Variasi tusuk flanel





Variasi tusuk holben



INFAQ PRODUKTIF SEBAGAI ALTERNATIF PENDANAAN PEMBANGUNAN UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA

By : Asih Kurnia Dewi

Kemiskinan, hingga hari ini, tetap menjadi problematika mendasar yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Pemerintah sendiri tampaknya cukup kesulitan untuk mengatasi masalah ini mengingat terbatasnya dana yang tersedia dalam APBN. Selain itu mengingat Pinjaman Luar Negeri (PLN) Indonesia yang sangat besar, maka alternatif PLN untuk mengatasi masalah menjadi kurang dipertimbangkan.

Salah satu alternatif yang masih memiliki harapan untuk mengatasi masalah ini adalah adanya partisipasi aktif dari pihak non pemerintah, yang dalam hal ini adalah masyarakat. Masyarakat, khususnya golongan kaya, memiliki kemampuan untuk membantu meringankan penderitaan masyarakat miskin melaui infaq. Apabila potensi infaq masyarakat (kaya) ini dapat dikoordinasikan serta dikelola dengan baik, maka hal ini dapat memberikan alternatif kontribusi penyelesaian positif atas masalah kemiskinan tersebut di atas.


PEMBAHASAN

Di dalam Al-Qur’an kata infaq disebut tidak kurang 80 kali dalam berbagai surah dan bentuk derivasinya. Infaq lebih bersifat pemberian materi untuk kepentingan kebaikan bila ditinjau dari sudut terminologi Islam. Ini tentu untuk lebih memudahkan kita membedakannya dengan shodaqoh atau sedekah yang berkonotasi mirip namun memiliki cakupan lebih luas daripada infaq yakni dapat juga berupa immateri seperti memberikan senyum tulus kepada saudara kita dan berbagai kebaikan immateri lainnya.

Data Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyebutkan bahwa poetnsi zakat di Indonesia mencapai Rp. 19.3 trilyun pertahun. Sedangkan yang mampu dihimpun oleh BAZ atau LAZ hingga detikini barulah sekitar Rp 925 milyar per tahun atau sekitar 5% nya saja.

Ini adalah data gamblang dari suatu potensi yang sebenarnya merupakan fardu‘ain bagi setiap muslim. Maka infaq sesungguhnya adalah ruang besar yang juga Alloh ciptakan untuk membuka banyak pintu kebaikan bagi diri dan ummat Islam. Fenomena begitu semangatnya masyarakat dalam membantu bencana alam dinegri ini seperti kasus Tsunami Aceh, dan Gempa di Yogyakarta adalah contoh sederhana untuk membuktikan bahwa boleh jadi kecilnya perolehan dana zakat di tanah air adalah karena faktor pemahaman yang minim terhadap kewajiban berzakat di tengah masyarakat muslim kita.

Padahal Islam mengajarkan kepada kita untuk bersikap tatowwu’ atau melebihkan atau menambah kebaikan yang kita lakukan sebagai bentuk bakti kita kepada Alloh Sang Pencipta. Ini berlaku untuk semua jenis ibadah seperti misalnya ibadah sholat. Selain yang wajib yakni sholat 5 waktu, seorang muslim juga sangat dianjurkan melakukan sholat-sholat sunnah seperti sholat sunnah nawafil, qiyamullail atau sholat tahajjud, sholat dhuha dan lain-lain. Dalam konteks harta tentu yang dimaksud disini adalah infaq, setelah seorang muslim menunaikan kewajiban fardhu nya yakni mengeluarkan zakatnya kepada baitulmaal atau lembaga zakat yang ada. Melakukan tambahan kebaikan sesungguhnya juga adalah tolak ukur bagi kualitas keberimanan seorang muslim itu sendiri dihadapan Alloh dan manusia.

Tak pelak lagi infaq sesungguhnya adalah ruang besar yang juga Alloh ciptakan untuk membuka banyak pintu kebaikan bagi diri dan ummat Islam. Karakteristik pemanfaatan dan alokasi dari infaq juga jauh lebih luas bila dibandingkan zakat yang jelas harus disalurkan kepada 8 asnaf atau golongan yang digariskan Alloh didalam QS At-Taubah: 60. Ruang besar yang dimaksud salah satunya adalah dari sisi pemaksimalan pemberdayaan umat islam ditanah air yang dalam hal ini dilakukan oleh lembaga-lembaga amil yang ada. Kalau zakat fatwanya masih lebih ditekankan untuk segera dioptimalkan penyalurannya untuk dihabiskan kepada kepada fakir dan miskin yang jumlahnya begitu besar di negeri kita, maka dana infaq memungkinkan para ’amilin (amil zakat) untuk membuat program-program pemberdayaan yang lebih produktif dan diharapkan memberi solusi yang tepat, seperti pemberdayaan bidang UKM (usaha kecil dan menengah). Sebagaimana sebaiknya kita memberikan kail daripada memberi ikan maka seperti itulah gambaran pemanfaatan dana infaq sebaiknya kepada kaum dhuafa di negara kita. Belakangan ini kita sering mendengar pola pendekatan pemanfaatan dana infaq seperti ini dengan istilah Infaq Produktif.

Sebagai ilustrasi kita bisa lihat, seandainya masyarakat kelas menengah di Indonesia ini, katakanlah 1% saja dari seluruh jumlah penduduk berinfaq dengan menyisihkan gajinya sebesar Rp 50.000,- setiap bulannya, maka akan terkumpul sejumlah 100 milyar rupiah. Sebuah angka yang cukup besar yang untuk bisa kita kembangkan pada sektor UKM yang biasanya angka pertumbuhan rata-ratanya mampu menyerap setidaknya 2 atau 3 orang tenaga kerja baru per unit usaha dengan jumlah pinjaman sebesar hanya 1 sampai 3 juta rupiah berdasarkan pengalaman penyaluran dana di BMT di Jakarta selama ini.

Itu artinya bila dipukul rata saja, pinjaman usaha sejumlah 1 juta rupiah per orang dari 100 milyar, berarti ada 100.000 unit usaha kecil baru yang dikembangkan setiap bulannya di Indonesia hanya dari dana infaq dan katakalah bila rasio keberhasilannya 80% saja, itu adalah sebuah angka yang cukup menjajikan sebenarnya bagi solusi persoalan kemiskinan kita selama ini di tanah air kita. Jelas sudah terlihat sekarang bahwa bila kita membudayakan diri berinfaq maka sesungguhnya ia bukan hanya sebuah bentuk kesholehan pribadi. Namun juga kesholehan sosial bila dikelola dengan benar dan ada skenario besar yang sungguh-sunguh ingin menjadikannya sebagai sebuah gerakan sosial yang tertata rapi bukan hanya pada sektor pengumpulannya, namun juga kontrol penyalurannya nanti di lapangan.

 Cash Wakaf

Salah satu bentuk infaq produktif yang sangat populer dan banyak dikembangkan saat ini adalah cash wakaf (wakaf uang tunai). Bangladesh adalah sebuah negara muslim yang dianggap sukses dalam memberdayakan ummat melalui infaq produktif dengan menerapkan konsep cash wakaf. Di negara itu, masyarakat Islam didorong untuk berinfaq dalam bentuk waqaf, sebanyak 1 dollar. Dana yang terkumpul tersebut dikelolala oleh bank syari’ah, lalu bagi hasilnya digunakan untuk kepentingan sosial, pendidikan, kesehatan dan kegiatan keagamaan. Dana cash wakaf yang terkumpul digunakan untuk membiayai usaha-usaha ummat sehingga implikasinya dapat menciptakan lapangan kerja dan mengatasi kemiskinan. Adalah Prof.Dr. M.A, Mannan sebagai perintis dan pelopor gerakan cash wakaf tersebut. Dengan infaq produktif tersebut dia bahkan mendirikan bank syari’ah dengan nama SIBL (Social Invesment Banking Limited)

Di Timur Tengah program wakaf produktif dalam bentuk cash wakaf telah lama dinikmati keberhasilannya. Sebut saja Al Azhar University Cairo merupakan salah satu potret keberhasilan program wakaf uang tunai. Di Indonesia potensi mengembangkan wakaf produktif sangat besar, mengingat bank-bank syari’ah yang mengelola dana secara profesional telah muncul. Bank Muamalat Indonesia, merupakan bank syari’ah pertama yang telah mengembangkan konsep infaq produktif tersebut. Mekanismenya, umat Islam menginvestasikan sejumlah uang di bank syariah, dalam masa dan jumlah tertentu, misalnya Rp 2.000.000,- untuk jangka waktu satu tahun, dengan niat bagi hasilnya digunakan untuk beasiswa pendidikan. Diasumsikan, nilai bagi hasil yang diperoleh per bulan dari dana tersebut sekitar Rp 6.000 s/d Rp 8.000 (sesuai dengan hasil usaha bank). Jika ada ummat Islam sebanyak 10.000 orangyang berwakaf secara produktif sebesar itu, maka dana beasiswa yang terkumpul sebanyak 60 sampai 80 juta. Dana ini bisa membantu dan menyelamatkan biaya pendidikan anak tak mampu sebanyak 800 orang dengan asumsi Rp 100.000 perbulan. Apabila setiap kantor cabang bank syari’ah melakukan gerakan ini, maka dipastikan puluhan ribu anakanak miskin bisa disekolahkan, bahkan sampai Perguruan Tinggi.

Yang unik dari gerakan cash wakaf yang produktif ini, ialah, bahwa dana investasi yang berjumlah misalnya, Rp 2.000.000 tersebut tidak akan hilang sedikitpun. Keberadaannya terjamin, sebagaimana dana deposito yang ada di bank syari’ah. Yang diinfaqkan hanyalah bagi hasilnya. Jadi , cash wakaf ini, bisa dibatasi waktunya (muaqqat), sesuai dengan pendapat mazhab Maliki dan ulama-ulama kontemporer. Masa cash wakaf tersebut bisa 1 tahun, 2 tahun, dst dan bisa juga untuk selamanya (muabbad). Fatwa MUI dan UU No 41/1994 tentang wakaf uang telah melegitimasi wakaf muaqqat (yang terbatas waktunya) tersebut.

Selama ini, bentuk benda wakaf umumnya berupa harta benda tak bergerak, seperti tanah, bangunan dan benda-benda lainnya. Pemnfataannya pun bersifat konsumtif. Sementara wakaf uang, masih sangat terbatas Padahal di berbagai negara cash wakaf ini cukup berkembang. Menurut data Menag, porsi dana cash wakaf yang ada saat ini di dunia lebih dari 20 % dari total asset wakaf.

 Perspektif Fikih

Ulama Hanafiyah membolehkan wakaf uang, sebagaimana kebolehan benda bergerak lainnya seperti mewakafkan buku, mushhaf,dll. Dalam masalah ini Ulama Hanafiyah mensyaratkan nilai uang tersebut tetap (baqa’), atau tidak hilang. Dari sinilah kalangan ulama Hanafiyah berpendapat boleh mewakafkan dinar dan dirham sepanjang diinvestasikan dalam bentuk mudharabah atau musyarakah.

Wahbah az-Zuhaily berpendapat mewakafkan uang dibolehkan tapi dengan cara menjadikannya modal usaha dengan prinsip mudharabah, dan keuntungan diserahkan kepada mauquf ‘alaih. Imam Bukhari dengan mengutip Imam Zuhri menyebutkan kebolehan wakaf dinar dan dirham semacam di atas.(M.A.Mannan, 1997) Dengan demikian, dapat disimpulkan, ulama yang membolehkan wakaf uang berpendapat, wakaf uang diperbolehkan asal uang itu diinvestasikan dalam usaha bagi hasil (mudharabah), kemudian keuntungannya disalurkan sesuai dengan tujuan wakaf. Dengan demikian uang yang diwakafkan tetap, sedangkan yang disampaikan kepada mauquf ‘alaih adalah hasil pengembangan wakaf uang tersebut.

 Kesimpulan

Infaq produktif melalui wakaf uang memiliki multiflier effect yang luar biasa untuk memberdayakan umat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi maupun sosial lainnya, baik bagi anak-anak tak mampu maupun bagi pengusaha kecil.

Dana yang terkumpul digunakan untuk membiayai pengusaha lemah, tentunya setelah melakukan analisa kelayakan, agar dana tersebut tidak hilang atau rugi. sedangkan bagi hasilnya digunakan untuk beasiswa pendidikan anak tak mampu, tetapi berprestasi. Sementara dana yang diinvestasikan (diwakafkan) bisa ditarik kembali pada waktu tertentu, sesuai keinginan orang yang berinfaq (wakaf muaqqat). Mudah-mudahan masyarakat Indonesia dapat melaksanakan gerakan ini, sebagaimana di negara-negara lain, sehingga upaya pemberdayaan umat dapat diwujudkan yang pad akhirnya dapat membantu mengurangi kemiskinan di Indonesia.

Fengshui menurut Islam

By : Asih Kurnia Dewi

Saat browsing mengenai arsitektur rumah, tak sengaja aku masuk ke situs yang membahas tentang fengshui, di situ dijelaskan tentang bagaimana arsitektur rumah yang baik menurut fengshui yang dipercaya akan membawa keberuntungan bagi pemiliknya, bagaimana arah hadap rumah yang cocok untuk orang dengan tahun kelahiran tertentu (shio), dan ada perhitungan angka kua yang cara perhitungannya menggunakan rumus-rumus yang aneh dan menurutku tidak masuk akal.
Aku jadi penasaran, bagaimana pandangan fengsui ini menurut Islam, karena yang aku tahu selama ini  Panduan tata letak bangunan dalam Islam cuma hal-hal berikut :
  1. WC jangan sampai menghadap atau membelakangi arah kiblat.
  2. Pisahkan ruang tidur ortu dengan ruang tidur anak, pisahkan ruang tidur anak laki-laki dengan anak perempuan.
  3. Usahakan supaya ada pembatas/sekat dengan ruang tamu, buat menjaga aurat keluarga biar tidak dilihat oleh orang-orang yang tidak berhak
  4. Serta jangan membuat kuburan di dalam rumah.
Akhirnya kutemukan jawabannya di http://assunnah.or.id/ seperti berikut :
Menurut kacamata Islam, kepercayaan seperti ini lebih dekat kepada at-tathayyur dan juga ramalan

1. At-Tathayyur
At-tathayyurasal katanya dari thair yang artinya burung. Maksudnya orang Arab jahiliyah terbiasa mempercayai pertanda dari burung yang terbang melintas. Misalnya, bila hendak bepergian lalu tiba-tiba ada seekor burung terbang melintas, maka dia menghentikan niatnya karena terbangnya burung tadi pertanda akan adanya nasib naas yang akan menimpanya. Perbuatan seperti ini masuk dalam bab syirik dalam aqidah Islam. Dan harus dihindari sejauh mungkin.
Lain halnya bila memang ada penjelasan ilmiyah atas kejadian itu. Misalnya bila ada fenomena hewan berlarian dengan cepat dan gelisah, lalu dianalisa bahwa perilaku itu menunjukkan ada gejala alam seperti gempa bumi atau gunung meletus, di mana hewan itu mampu merasakan semacam getarannya terlebih dahulu ketimbang indera manusia, baik karena perubahan suhu, tekanan, gelombang elektro magnetik dan sebagainya, maka hal itu jelas dibolehkan. Karena sesuai yang bersifat fenomena ilmiyah.
Sedangkan bila kita percaya bahwa rezeki kita akan macet bila rumah kita menghadap ke utara dan lubang angin menghadap ke timur, tanpa ada penjelasan ilmiyahnya, jelas ini adalah tathayyur. Dan ini adalah kepercayaan yang akan menghantarkan kita kepada syirik itu sendiri.
Sebagai muslim, perbuatan seperti ini tidak boleh dilakukan karena yang mengatur rezeki, nasib, jodoh dan maut adalah Alah SWT. Selama Allah tidak memberi keterangan akan hal itu dan juga tidak ada keterangan ilmiyahnya, maka tidak ada halangan dalam hidup ini.
2. Ramalan
Selain masuk bab tathayyur, feng shui juga bisa masuk ke dalam bab ramalan . Dan ini pun hukumnya haram dilakukan bagi seorang muslim. Sebagaimana dalil hadits nabawi berikut ini.
Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.”
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.”
Buat seorang muslim, fengshui itu haram hukumnya untuk dipercayai, bahkan tetap haram walau sekedar bertanya kepada ahli fengshui tanpa mempercayai ramalannya. Fengshui juga bukan untuk dibuat main-main dan tetap diharamkan meski kita bertanya sekedar untuk main-main belaka.

Semoga Allah SWT menghindarkan kita dari tipu daya syetan yang terkutuk. Amien.

Gangguan dan Perbaikan Mesin Jahit

By : Asih Kurnia Dewi
Pas kita lagi asik-asik menjahit tiba-tiba benangnya sering putus, dan jalannya mesin terasa berat serta mengeluarkan suara berisik, padahal bajunya dah mau dipakai ke acara pernikahan teman besok pagi. ”Aduh... bagaimana ini?” gak usah bingung pren, disini aku akan berbagi dengan kalian tentang cara mengatasi gangguan pada mesin jahit kita. 
Ada berbagai macam jenis gangguan mesin jahit yang sering kita jumpai pada saat kita menjahit. Pertama-tama harus kita cari dulu apa penyebabnya baru kemudian menentukan tindakan apa yang harus kita ambil untuk mengatasi gangguan pada mesin jahit kita tersebut. Nah, berikut ini beberapa tips untuk mengatasi gangguan mesin jahit.

1. Mesin tidak lancar dan berisik.
Penyebab dari gangguan ini terjadi karena kurang minyak pelumas pada mesin jahit, selain itu pelumas yang digunakan tidak bermutu baik. Adanya benang-benang yang lepas menyangkut pada mesin dan juga penumpukan debu dan sisa serat kain pada gigi mesin.

Perbaikan pada gangguan tersebut di mulai dari membersihkan mesin dari serat-serat kain dan benang yang tertinggal dengan kuas atau sikat. Memberikan minyak pelumas pada throat plate (penutup gigi) dengan pelumas yang berkualitas baik.

2. Benang jahitan atas sering putus.
Penyebab gangguan antara lain benang jahit menyangkut karena menjahit dengan arah yang salah. Memasang jarum tidak tepat pada tempatnya yang menyebabkan jarum cepat tumpul atau bengkok sehingga ketegangan benang menjadi terlalu besar. Benang terlalu kasar atau terlalu halus yang tidak sesuai dengan jenis kain yang digunakan.
Perbaikan pada gangguan tersebut dapat dilakukan dengan cara:
  1. menganti jarum dengan jenis yang baik,
  2. menyesuaikan nomor benang dengan nomor jarum yang akan digunakan,
  3. setel kembali rumah sekoci dan kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahit bawah,
  4. tarik kain kearah belakang mesin jahit.

3. Benang jahit bawah sering putus
Penyebab gangguan antara lain: benang jahit tidak rapi digulung pada spul/kumparan, tegangan benang pada sekoci (bob bin case) terlalu besar, benang tidak sempurna lewat rumah sekoci, dan banyak debu terdapat pada mekanisme mesin.
Perbaikan pada gangguan tersebut dapat dilakukan dengan cara: 1) bersihkan bagian mekanisme mesin, 2) garis tengah sekoci harus rata secara keseluruhan sehingga benang lewat pada arah yang seharusnya, 3) kurangi ketegangan dan benang dan sesuaikan dengan tegangan benang atas.

4. Benang sering putus.
Gangguan terjadi karena jarum tidak pada tempatnya sehingga sering mengenai hook dan menyebabkan jarum tumpul. Jenis jarum tidak sesuai dengan kain yang digunakan. Setelah selesai menjahit kain ditarik kearah yang salah.
Perbaikan dapat dilakukan dengan cara:
1) Ganti jarum, sesuikan antara benang jahit, jarum dan kain,
2) Pasanglah jarum pada tempat yang tepat,
3) kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan antara benang atas dan benang bawah jahitan.

Penyabab gangguan yang lain: jarum tidak tepat pada tempatnya, jarum tumpul, ukuran benang tidak sesuai dengan jarum yang digunakan, benang atas tidak melewati jalan yang benar.

Perbaikan pada gangguan tersebut dilakukan dengan cara:
1)ganti jarum dengan yang tajam dan pasang pada tempat yang tepat,
2) Sesuaikan bengan dengan nomor jarum,
3) Pasang benang melewati jalur yang seharusnya. 

5. Jerat benang mengerut
Penyebab gangguan antara lain: tegangan benang terlalu kuat, benang tidak melewati jalan yang benar, jarum terlalu besar untuk jenis kain yang digunakan, dan benang bagian bawah tidak digulung dengan rapi.
Perbaikan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1) kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahitan bawah,
2) sesuaikan jarum sehingga benang atas melewati jalan yang benar,  
3) sesuaikan nomor jarum dengan bahan yang digunakan.
6. Jerat benang kendur.
Penyebab gangguan antara lain: tegangan benang atas terlalu kendur atau terlalu kencang, pegas pengatur tegangan pada rumah sekoci terlalu besar, dan ukuran jarum tidak sesuai dengan jenis kain.

Perbaikan dapat dilakukan dengan:
1) kendurkan tegangan dengan memperhatikan keseimbangan dengan benang jahitan bawah,
2) sesuaikan tegangan benang atas dengan benang bawah,
3) sesuaikan antara benang jahit, jarum dan kain yang akan digunakan.
7. Jalannya kain tidak lancar.
Penyebab gangguan antara lain: banyaknya serat berkumpul di sekitar gigi penyuap dan tinggi rendahnya gigi penyuap tidak sasuai. Perbaikan dapat dilakukan dengan cara: 1) bersihkan bagian gigi penyuap kemudian beri pelumas kemudian tutup kembali dengan cepat, 2) atur mekanisme dan knop gigi penyuap 

Semoga bermanfaat !!!

POLA DASAR PAKAIAN WANITA DEWASA

By : Asih Kurnia Dewi

SISTEM SEDERHANA
SKALA 1/4
Bagi anda yang ingin belajar untuk menjahit baju sendiri dan tidak punya waktu untuk mengikuti kursus menjahit, maka berikut ini adalah langkah-langkah untuk menggambar pola dasar pakaian wanita sistem sederhana yang dapat anda gunakan. Untuk para pemula dalam bidang jahit menjahit sistem membuat pola dasar sederhana ini akan memudahkan anda dalam mempelajari langkah demi langkah pembuatannya.
Gambar dibawah ini menggunakan ukuran badan saya, sementara jika ukuran badan anda lebih besar atau lebih kecil dari ini maka anda tinggal menyesuaikan sesuai ukuran badan anda.
 UKURAN: 
  1. Lingkar Leher = 36 cm
  2. Lingkar Badan = 88 cm
  3. Lingkar pinggang = 60 cm
  4. Panjang Muka = 30 cm
  5. Lebar Muka = 31 cm
  6. Tinggi Dada = 14 cm
  7. Panjang Sisi = 17 cm
  8. Panjang Bahu = 12 cm
  9. Lebar Punggung = 33 cm
  10. Panjang Punggung = 36 cm
  11. Jarak Dada = 17 cm










KETERANGAN POLA BADAN MUKA:
 A – B = 1/6 Lingkar leher + 2 cm
B – C = Panjang Muka
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan + 1cm
A – A1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = turun 4 cm
B – B1 = 5 cm
B1 – B2 = ½ Lebar muka
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang + 1 + 3 cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang + 1 cm
C2 – CC3 = 3 cm
C1 – C4 = naik 1,5 cm
C4 – K = Panjang sisi
C – M = Tinggi dada
M – O = ½ Jarak dada

KETERANGAN POLA BADAN BELAKANG:
 A – B = 1,5 – 2 cm
B – C = Panjang punggung
C – D = A – E = ¼ Lingkar badan – 1 cm 
A – A 1 = 1/6 Lingkar leher + 0,5 cm
A1 – A2 = Panjang bahu
A2 – A3 = Turun 3 cm
B – B1 = 10 cm
B1 – B2 = ½ Lebar punggung
C – C1 = ¼ Lingkar pinggang – 1cm+3cm
C – C2 =1/10 Lingkar pinggang
C2 – C3 = 3 cm
C1 – K =Panjang sisi

TIPS BAGI YANG MALAS MEMBUAT POLA : 
Dan jika dengan sistem sederhana anda masih juga males untuk membuat pola dasar baju sendiri, maka berikut trik yang bisa gunakan :
  • Carilah baju anda yang sudah tidak terpakai lagi tapi masih pas dibadan, mungkin baju ini tidak anda pakai lagi karena terkena noda atau warnanya yang sudah pudar
  • Ambil silet dan bukalah jahitannya, tapi jangan semuanya melainkan hanya separuh saja, ya separuh bagian muka dan separuh bagian belakang, satu lengan dan kerah. Sedangkan separuh bagian yang lain biarkan masih terjahit seperti aslinya, gunanya adalah untuk referensi kita pada saat kita menjahit pakian yang baru. Jika kita mengalami kebingungan bagian-bagian mana yang harus kita jahit serta bagaimana cara menjahit sakunya atau lengannya, tinggal kita lihat deh.
  • Seterika potongan potongan kain yang sudah terlepas jahitannya tadi sampai bagian bekas jahitan rata dan rapi.
  • Tempelkan potongan kain yang sudah diseterika rapi diatas kertas koran dan gambarlah koran tadi mengikuti pinggir potongan kain dengan spidol. Nah Jadi deh pola baju yang sudah siap untuk kita gunakan.

 SELAMAT MENCOBA, SEMOGA SUKSES DAN JANGAN CEPAT MENYERAH !

SEMANGAT....!!! ^_^,

TIGA TAHAPAN BODOH DALAM HIDUP KITA

By : Asih Kurnia Dewi
1. USIA REMAJA

   Punya Waktu + Energi tapi tak punya uang
 

2. USIA KERJA
     Punya Uang + Energi tapi tak punya Waktu




 3. USIA PENSIUN

     Punya Waktu + Uang tapi tak punya Energi



RENUNGKANLAH !!!!

Jual Cincin untuk Modal Bakul Ikan, Kini Punya 50 Pesawat Terbang

By : Asih Kurnia Dewi


Ingin pinjam uang di Bank dianggap gila , akhirnya jual cincin dan perhiasan yg dia punya buat modal bakul ikan..
Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 pesawat dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor.

Namanya Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air. Rambutnya ikal kemerahan, suaranya serak-serak, namun pembawaannya supel.
Bukan hanya bahasa Inggris fasih yang keluar dari mulutnya saat berbincang dengan para pilotnya yang bule. Susi – panggilan akrabnya – juga menggunakan bahasa Sunda dan sesekali bahasa Jawa kepada pembantu-pembantunya.
“Saya suka belajar bahasa apa aja. Yang penting bisa buat marah dan memerintah. Sebab, dengan itu, saya bisa bekerja,” ujarnya sambil lantas tertawa.
Saat ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut, memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan.
“Ada yang disewa. Namun, ada yang dioperasikan sendiri oleh Susi Air. Biasanya dipakai di daerah-daerah perbatasan oleh pemda atau swasta,” jelas wanita yang betis kanannya ditato gambar burung phoenix dengan ekor menjuntai itu.
Susi tak mematok harga sewa pesawat secara khusus. Sebab, hal itu bergantung pelayanan yang diminta pihak penyewa. Biaya sewanya pun bermacam-macam, tapi rata-rata antara USD 400 sampai USD 500 per jam.
“Kadang ada yang mau USD 600 sampai USD 700 per jam. Perusahaan minyak mau bayar USD 1.000 karena beda-beda level servis yang dituntut. Untuk keperluan terbang, semua piranti disediakan Susi Air. Pesawat, pilot, maupun bahan bakar. Jadi, itu harga nett mereka tinggal bayar,” tegasnya.
Bakat bisnis Susi terlihat sejak masih belia. Pendirian dan kemauannya yang keras tergambar jelas saat usia Susi menginjak 17 tahun. Dia memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas II SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. Tapi, kenyataan memang tak semudah yang dibayangkan.
“Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya.
Kerja keras pun dilakoni Susi saat itu. Mulai dari berjualan baju, bed cover, hingga hasil-hasil bumi seperti cengkeh. Setiap hari, Susi harus berkeliling Kota Pangandaran menggunakan sepeda motor untuk memasarkan barang dagangannya. Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. “Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya.
Pada 1983, berbekal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan berupa gelang, kalung, serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak banyak wanita Pangandaran yang bekerja sebagai bakul ikan. Tiap pagi pada jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain berkerumun di TPI (tempat pelelangan ikan). “Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya,” ungkapnya.
Tak cukup hanya di Pangandaran, Susi mulai berpikir meluaskan pasarnya hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Dari sekadar menyewa, dia pun lantas membeli truk dengan sistem pendingin es batu dan membawa ikan-ikan segarnya ke Jakarta. “Tiap hari, pukul tiga sore, saya berangkat dari Pangandaran. Sampai di Jakarta tengah malam, lalu balik lagi ke Pangandaran,” ucapnya mengenang pekerjaan rutinnya yang berat pada masa lalu.
Meski sukses dalam bisnis, Susi mengaku gagal dalam hal asmara. Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang dia arungi bersama tiga suaminya tak sebiru dan seindah Pantai Pangandaran. Semua karam.
Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, si Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan. “Dia seorang aviation engineer,” lanjutnya.
Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara yang sekarang bernama PT DI, Red). Awal perkenalannya dengan lelaki asal Prancis itu terjadi saat Christian sering bertandang ke Restoran Hilmans milik Susi di Pantai Pangandaran. Berawal dari perkenalan singkat, Christian akhirnya melamar Susi. “Restoran saya memang ramai. Sehari bisa 70-100 tamu,” katanya.
Dengan Christian, Susi mulai berangan-angan memiliki sebuah pesawat dengan tujuan utama mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Satu-satunya jalan, lanjut Susi, adalah dengan membangun landasan di desa-desa nelayan. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam,” tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.
Berbeda jika harus memakai jalur darat yang bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sesampai di Jakarta, banyak ikan yang mati. Padahal, jika mati, harga jualnya bisa anjlok separuh.
“Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila. ‘Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar,’ katanya,” ujar Susi.
Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. “Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda,” ungkapnya.
Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi,” jelasnya.
Perkembangan bisnis sewa pesawat miliknya pun terus melangit. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.
Susi tak hanya mengepakkan sayap di bisnis pesawat dan menebar jaring di laut. Sekarang, dia pun merambah bisnis perkebunan. Meski begitu, dia mengakui ada banyak rintangan yang harus dilalui. “Perikanan kita sempat hampir rugi karena tsunami di Pagandaran pada 2005. Kami sempat dua tahun nggak ada kerja perikanan,” tuturnya.
Untuk penerbangan rute Jawa seperti Jakarta-Pangandaran, Bandung-Pangandaran dan Jakarta-Cilacap, Susi menyatakan masih merugi. Sebab, terkadang hanya ada 3-4 penumpang. Dengan harga tiket rata-rata Rp 500 ribu, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli bahan bakar. “Sebulan rute Jawa bisa rugi Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Tapi, kan tertutupi dari yang luar Jawa. Lagian, itu juga berguna untuk mengangkut perikanan kami,” ujarnya.
Susi memang harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sangat sensitif terhadap kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya penuh optimisme. (Sumber-JPNN)
Semoga Kisah Ibu Susi ini bisa memacu semangat Generasi Muda Negeri ini untuk berani berusaha dan mau bekerja keras ! tidak hanya berharap bisa bekerja sebagai pegawai saja.. tetapi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru di tengah sempitnya lapangan kerja saat ini..! Semangat…!!!
http://embun777.wordpress.com/2010/03/24/jual-cincin-untuk-modal-bakul-ikankini-punya-50-pesawat-terbang/

Resiko Bagi Perokok Pasif

By : Asih Kurnia Dewi

Tidak ikut makan nangka, eh… terkena getahnya. Begitulah nasib buruk para perokok pasif yang terpaksa ikut terpapar nikotin dan zat-zat racun dari asap rokok. Meski hanya sekejap, seperti halnya perokok aktif, ternyata paru-paru perokok pasif juga ikut tercemar oleh lebih dari 4.000 zat racun rokok.


Para ahli sejak lama telah mendefinisikan asap rokok yang diisap perokok adalah asap mainstream, sedangkan asap dari ujung rokok yang terbakar dinamakan asap sidestream. Polusi udara yang diakibatkan oleh asap mainstream dan sidestream ini dinamakan asap tangan kedua (secondhand smoke) atau asap tembakau lingkungan (environemntal tobacco smoke/ETS).
Asap tangan kedua ini juga berdampak buruk, antara lain, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular akibat rusaknya pembuluh darah dan perubahan kadar kolesterol.


Beberapa penelitian menunjukkan, orang yang sering terpapar asap rokok dari suaminya selama beberapa tahun berisiko terkena kanker paru hingga 20 persen. Sementara itu, mereka yang terpapar di lingkungan kerja atau sosial, risikonya lebih tinggi, yakni 25 persen. Meski penyejuk udara (AC) bisa menghilangkan asap yang terlihat di ruangan, tetapi tidak dapat menghilangkan partikel rokok karena akan terus bersirkulasi dan sangat mudah terisap oleh mereka yang bukan perokok. Karena itu, menyalakan AC bukanlah jawaban untuk menghindar dari bahaya rokok.

Meski bahaya rokok sudah dipahami, nyatanya masih banyak perokok yang tak peduli pada penderitaan orang lain. Dengan santainya mereka masih merokok di bus atau ruangan kerja.
Kampanye anti-asap rokok yang sudah digaungkan ternyata belum menjamin hak bagi bukan perkokok untuk menghirup udara bersih. Memang, kini sudah banyak dijumpai ruangan khusus merokok, tetapi pihak berwenang semestinya juga membantu perokok yang ingin berhenti merokok.
http://eksplorasi-dunia.blogspot.com/2010/03/resiko-bagi-perokok-pasif.html

- Copyright © Asih Kurnia Dewi - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -